Penulis: Danny Putra Febriansyah

Di era globalisasi seperti sekarang ini, marak terjadi perubahan signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Fenomani ini menjadi wadah yang tepat untuk memfasilitasi tiap wilayah melakukan berbagai perkembangan, pertukaran, bahkan pemanfaatan. Banyak kemajuan yang terjadi di era globalisasi; seperti pesatnya kejayaan di bidang teknologi dan informasi, adanya pertukaran budaya dari asal yang berbeda, perkembangan sistem ekonomi, sosial, dan politik, hadirnya budaya asing, penyebaran ide dan nilai, bahkan tantangan dan peluang. Walaupun sebagian orang beranggapan bahwa globalisasi banyak memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa, sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya kita berhati-hati, mewaspadai, dan memfilterisasi segala macam hal yang menghampiri. 

Budaya populer dan arus globalisasi memiliki hubungan yang saling keterkaitan satu sama lain, serta dapat dimaknai sebagai hal yang kompleks. Budaya populer menjadi salah satu medium utama dalam penyebaran ide, nilai, dan tren di seluruh dunia, didorong oleh kemajuan teknologi dan media massa. Meskipun budaya populer dari negara-negara Barat telah dominan dalam panggung global, globalisasi juga memfasilitasi pertumbuhan dan pengaruh budaya lokal dari berbagai belahan dunia. Dalam konteks ini, terjadi pengaruh timbal balik antara budaya populer global dan lokal, serta munculnya diversifikasi budaya yang memungkinkan individu untuk mengakses dan mengadopsi elemen-elemen budaya dari seluruh dunia sambil mempertahankan identitas budaya mereka sendiri. Namun, ada juga tantangan yang muncul, seperti kekhawatiran akan kelunturan budaya dan kehilangan identitas lokal dalam menghadapi arus globalisasi yang kuat. Oleh karena itu, hubungan antara budaya populer dan globalisasi terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan interaksi antarbangsa.

Anak muda sebagai tonggak penegak generasi bangsa diharapkan mampu menyikapi budaya populer dengan baik—agar keberagaman budaya nasional tidak akan pernah luntur. Adapun beberapa langkah berikut yang dapat kamu coba untuk menyikapi pop culture sebagai seorang pemuda yang cinta tanah air:

1. Bangga, Cinta, dan Paham Budaya Lokal Indonesia

Apakah kamu sudah bangga, cinta, dan paham dengan budayamu sendiri? Bagaimana cara kamu mengimplementasikannya? Pada langkah pertama ini, sudah sepatutnya kita semua sadar bahwa masyarakat Indonesia harus mengglorifikasikan makna nasionalisme terutama di segi keberagaman budaya. Dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal, bangga dan paham cara pelestariannya, kita telah menjadi warga negara yang baik dalam menjaga pemberdayaan budaya lokal Indonesia. Eitss … tapi perlu kamu ingat, nih! Sebagai individu yang cinta akan budaya dan tanah air sendiri; jangan sampai merasa budaya sendiri pula yang hanya paling baik, dan pada akhirnya menjelek-jelekkan budaya lain, ya! Atau biasa disebut dengan istilah etnosentrisme. Ini merupakan perbuatan tidak baik yang sepatutnya kita hindari bersama.

2. Menyaring Informasi dan Konten Budaya Populer

Dari banyaknya informasi dan konten populer yang beredar, berusahalah untuk selalu bersikap selektif terhadap informasi dan konten populer yang kamu konsumsi, ya. Pilihlah yang mendukung dan mempromosikan nilai-nilai positif budaya Indonesia, serta menghindari yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.

3. Kreatif dalam Berkarya; Mengintegrasikan Budaya Lokal Dengan Perkembangan Zaman

Subjek pembangunan bangsa sangat dibutuhkan partisipasinya untuk menyalurkan kekreatifitasan dalam berkarya. Yuk, selalu aktif terlibat dalam kegiatan yang mempromosikan dan memperkuat budaya lokal, seperti menghadiri acara seni dan budaya, mendukung produk-produk lokal, atau terlibat dalam komunitas yang peduli terhadap pelestarian budaya. Gunakan keterampilan kreatif dan inovatif kamu untuk menyampaikan pesan-pesan tentang keberagaman budaya Indonesia melalui karya-karya seni, musik, tulisan, atau media sosial. Jadikan budaya populer sebagai sarana untuk mengangkat dan memperkaya budaya lokal kita, ya! Dan jadikan pula kesempatan mengenal budaya populer ini sebagai peluang besar dalam meningkatkan pengetahuan, bukan justru meruntuhkan integrasi budaya.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Genrengers dapat menjadi agen perubahan yang mempromosikan keberagaman budaya nasional Indonesia, serta membantu mencegah adanya kelunturan dan kehilangan budaya nasional yang merupakan dampak buruk dari hadirnya pop culture di kalangan pemuda apabila tidak disikapi dengan baik.

Sekian, dari Manusia yang Sedang Belajar Memahami Masa Depan

Farhansyah Pratama
Author: Farhansyah Pratama

Genre Indonesia