Oleh: Gaharu Intra Bijani

Masa Remaja adalah masa peralihan dimana remaja cenderung melewati fase perubahan emosional yang cukup signifikan, hal ini menyebabkan remaja sangat rentan dengan berbagai perilaku menyimpang dan melakukan kenakalan remaja, salah satu yang sering kita jumpai adalah perilaku bullying.

Di zaman yang maju ini, perilaku bullying yang terjadi tidak lagi hanya dilakukan secara fisik, verbal, dan psikis, tapi juga dapat terjadi melalui media dunia digital. UNICEF menjelaskan cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah bullying atau perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan handphone. 

Sebagai generasi yang menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, remaja rentan sekali terlibat dalam perilaku cyberbullying baik itu sebagai korban atau bahkan sebagai pelaku. Perlu Diketahui bahwa remaja yang cerdas adalah mereka yang menggunakan media sosial dengan bijak dan mampu melakukan langkah pencegahan yang tepat terhadap cyber bullying. 

Satu langkah paling mendasar untuk bisa melakukan pencegahan cyberbullying adalah mengetahui Aspek dari cyberbullying. menurut Willard (2005) ada 7 bagian aspek-aspek cyberbullying, yaitu ;

  1. Amarah (flaming) Merupakan perilaku mengirimkan pesan kasar dan frontal yang biasanya dilakukan untuk menghina orang yang dituju
  2. Pelecehan (harrasment) Merupakan perilaku mengirimkan kata-kata atau pesan yang tidak sopan yang dilakukan melalui media digital secara terus menerus
  3. Fitnah atau Pencemaran Nama Baik (denigration) Merupakan perilaku mengumbar seseorang di internet dengan maksud merusak reputasi atau nama baik orang yang dituju
  4. Peniruan (impersonation) Merupakan perilaku berpura-pura menjadi orang lain dan melakukan perbuatan yang merugikan orang tersebut
  5. Tipu daya (Outing and Trickey) Outing merupakan perbuatan menyebarkan rahasia atau foto-foto pribadi orang lain, sedangkan Trickery adalah perbuatan membujuk orang lain untuk mendapatkan rahasia atau foto pribadi. 
  6. Pengucilan (Exclusion) Merupakan perilaku mengucilkan seseorang dari sebuah kelompok atau komunitas masyarakat
  7. Penguntitas di Media Sosial (Cyberstalking) Merupakan perilaku mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang secara intens sehingga menimbulkan trauma psikologis bagi korban. 

Aspek-aspek cyberbullying diatas tanpa disadari banyak terjadi di kehidupan remaja, maka dari itu peran remaja sebagai teman sebaya sangat diperlukan. Jika kamu melihat, merasakan, atau mengetahui hal ini terjadi disekitar kamu, cobalah menawarkan dukungan atau bantuan. 

Cyberbyllying adalah masalah serius yang serius dan berdampak serius bagi kesehatan mental remaja. Tidak hanya memengaruhi korban, tetapi juga dapat mempengaruhi masyarakat digital secara keseluruhan. sehingga diperlukan upaya kolektif dari semua pihak untuk mengatasi masalah ini.

Pendidikan, pengawasan orangtua, dukungan psikologis, peran teman sebaya adalah bagian dari solusi untuk mengatasi cyberbullying. Selain itu, penting bagi kita untuk terus meningkatkan kesadaran tentang masalah ini dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan positif bagi semua orang

Bijaklah untuk menggunakan media sosial dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirimu sendiri dan juga orang lain. Berupayalah untuk menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk mendengarkan cerita teman-teman disekitarmu. Tenangkanlah teman yang menjadi korban cyberbully agar mereka tidak merasa sendirian, bantu mereka untuk mencari bantuan kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang. 

GenRe Indonesia
Author: GenRe Indonesia

SAATNYA YANG MUDA YANG BERENCANA!